sistem evaluasi (hasil bacaan)
Bismillahirahmanirahim
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatu, Alhamdulillah pada hari ini saya
masih deberi kesempatan dan diberikan kesehatan oleh Allah sehingga bisa
menulis hasil bacaan ini. perkenalkan nama saya maya sari nim 11901278 kelas
PAI 4 F disini saya menuliskan dari hasil bacaan saya tentang “Sistem Evaluasi”
SISTEM
EVALUASI
Evaluasi
sebagai suatu kegiatan mengumpulkan data dan informasi mengenai kemampuan
belajar siswa, untuk menilai sudah sejauh mana program (pengembangan sistem
instruksional) telah berjalan, dan juga sebagai suatu alat untuk menentukan
apakah tujuan pendidikan dan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan telah berlangsung sebagaimana mestinya. Evaluasi bertujuan untuk
mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam suatu proses pembelajaran, sekaligus
untuk memahami siswa sampai sejauh mana dapat memberikan bantuan terhadap
kekurangan-kekurangan siswa, dengan tujuan menempatkan siswa pada situasi
pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya.
Sedangkan fungsi evaluasi untuk membantu proses, kemajuan dan perkembangan
hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan, dan sekaligus dapat
mengetahui kemampuan dan kelemahan siswa pada bidang studi tertentu, sekaligus
dapat memberikan informasi kepada orang tua wali siswa mengenai penentuan
kenaikan kelas atau penentuan kelulusan siswa.
1.
Pengertian
Evaluasi
Pengertian
evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan
nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang,
objek dan yang lainnya) berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk
menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat
langsung membandingkan dengan kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran
terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian membandingkan dengan kriteria
tertentu. Dalam pengertian lain antara evaluasi, pengukuran, dan penilaian
merupakan kegiatan yang bersifat hirarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut
dalam kaitannya dengan proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan satu sama
lain dan dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan secara berurutan. Dalam kaitan
ini ada dua istilah yang hamper sama tetapi sesungguhnya berbeda, yaitu
penilaian dan pengukuran. Pengertian pengukuran terarah kepada tindakan atau
proses untuk menentukan kuantitas sesuatu, karena itu biasanya diperlukan alat
bantu. Sedangkan penilaian atau evaluasi terarah pada penentuan kualitas atau nilai
sesuatu. Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai
belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian
atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam
kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar
dan pernbelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang
telah ditentukan secara kuantitatif sementar pengertian penilaian belajar dan
pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan
pembelajaran secara kualitatif.
Dengan
adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang
telah dicapai selarna mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana siswa
mendapatkan nilai yang mernuaskan, maka akan memberikan dampak berupasuatu
stimulus, motivator agar siswa dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi
dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka siswa akan berusaha memperbaiki
kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif
dari guru/pengajar agar siswa tidak putus asa. Sedangkan evaluasi dalam
pendidikan Islam adalah pengambilan sejumlah yang berkaitan dengan pendidikan
Islam guna melihat sejauh mana keberhasilan pendidikan yang selaras dengan
nilai-nilai Islam sebagai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Lebih jauh
Jalaludin mengatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan lslam telah menggariskan
tolak ukur yang serasi dengan tujuan pendidikannya. Baik tujuan jangka pendek
yaitu membimbing manusia agar hidup selamat di dunia, maupun tujuan jangka
panjang untuk kesejahteraan di akhirat nanti. Kedua tujuan tersebut menyatu
dalam sikap dan tingkah laku yang mencerminkan akhlak yang mulia. Sebagai tolak
ukur dan akhlak mulia ini dapat dilihat dari cerminan tingkah laku dalam
kehidupan sehari-hari.
2.
Tujuan
Evaluasi
Evaluasi
adalah suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan
dengan sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai
keberhasilan belajar siswa dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang
dia lakukan dalam kegiatan pengajaran. Dengan kata lain, evaluasi yang
dilakukan oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan bahan pelajaran yang
disampaikan apakah sudah dikuasi oleh siswa ataukah belum. Selain itu, apakah
kegiatan pegajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang
diharapkan atau belum.
Menurut
Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran adalah:
a.
Mengambil
keputusan tentang hasil belajar.
b.
Memahami
siswa
c.
Memperbaiki
dan mengembangkan program pengajaran.
Selanjutnya,
mengatakan bahwa pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu
keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam
proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara
lain sebagai berikut:
a.
Kemampuan
siswa yang rendah.
b.
Kualitas
materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak.
c.
Jumlah
bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang
diberikan.
d.
Komponen
proses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan oleh guru itu sendiri.
Di samping itu,
pengambilan keputusan juga sangat diperlukan untuk memahami siswa dan
mengetahui sampai sejauh mana dapat memberikan bantuan terhadap kekurangan
siswa. Evaluasi juga bermaksud meperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.
Dengan demikian, tujuan evaluasi adalah untuk memperbaiki cara, pembelajaran,
mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan siswa pada
situasi pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang
dimilikinya. Tujuan lainnya adalah untuk memperbaiki dan mendalami dan
memperluas pelajaran, dan yang terakhir adalah untuk memberitahukan atau melaporkan
kepada para oran gtua/wali siswa mengenai penentuan kenaikan kelas atau
penentuan kelulusan siswa.
3.
Fungsi
evaluasi
Evaluasi
yang sudah menjadi pokok dalam proses keberlangsungan, pendidikan maka
sebaiknya dikerjakan setiap hari dengan jadwal yang sistematis dan terencana.
Guru dapat melakukan evaluasi tersebut dengan menempatkannya secara satu
kesatuan yang saling berkaitan dengan mengimplementasikannya pada satuan materi
pembelajaran. Bagian penting lainnya yaitu bahwa guru perlu melibatkan siswa
dalam evaluasi sehingga secara sadar dapat mengenali perkembangan pencapaian
hasil belajar pembelajaran mereka, Sehingga salah satu komponen dalam
pelaksanaan pendidikan. Evaluasi mempunyai beberapa fungsi. Berdasarkan
Undang-undang RI tentang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 1 bahwa
evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan untuk membantu proses, kemajuan,
dan perkembangan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Menurut
M. Ngalim Purwanto bahwa kewajiban bagi setiap guru untuk melaksanakan kegiatan
evaluasi itu (Purwanto, 1991). Hal ini karena pada akhirnya guru harus
memberikan informasi lembaganya ataupun kepada siswanya itu sendiri, mengenai
bagaimana dan sampai dimana penguasaan dan kemampuan telah dicapai oleh siswa
tentang materi dan keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah
diberikannya.
4.
Manfaat
evaluasi
Secara
umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran,
yaitu:
a.
Memahami sesuatu: mahasiswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan
prasarana, dan kondisi dosen.
b.
Membuat keputusan: kelanjutan program penanganan “masalah", dll.
c.
Meningkatkan kualitas PBM: komponen-komponen PBM
Sementara
secara lebih khusus evaluasi akan member manfaat bagi pihak-pihak yang terkait
dengan pembelajaran, seperti siswa, guru, dan kepala sekolah.
1.
Bagi Siswa; mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran Memuaskan atau
tidak memuaskan
2.
Bagi Guru; a) mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan
melanjutkan remedial atau pengayaan, b) ketepatan materi yang diberikan jenis,
lingkup, tingkat kesulitan, c) Ketepatan metode yang digunakan.
3.
Bagi Sekolah; a) Hasil belajar cermin kualitas sekolah, b) membuat program
sekolah, c) pemenuhan standar.
Dengan
demikian dapatlah difahami bahwa evaluasi sangat perlu/bermanfaat dan merupakan
syarat mutlak untuk perbaikan, agar mempunyai makna yang signifikan bagi semua
pihak. Jika kita temukan hubungan antara hasil belajar dengan efektivitas
metode mengajar terbukalah kemungkinan untuk mengadakan perbaikan. Sebelum kita
mengevaluasi kemampuan metode baru pada sejumlah peserta didik, perlu kita
pikirkan bahwa proses pembelajaran itu dinamis, senantiasa terjadi perubahan
pada guru maupun murid dalam interaksi itu. Di samping hasil belajar seperti
diharapkan oleh guru mungkin timbul pula hasil sampingan yang positif maupun
negatif misalnya, murid-murid menguasai bahan yang disajikan akan tetapi Ia
disamping itu merasa senang atau benci terhadap tindakan pribadi gurunya.
Sekian
terima kasih wasalamualaikum Warahmatullahi wabarakat…..

Komentar
Posting Komentar