strategi pembelaaran (hasil bacaan)

 

Bismillahirahmanirahim Assalamualikum warahmatullahi wabarakatu, Alhamdulillah pada hari ini saya masih deberi kesempatan dan diberikan kesehatan oleh Allah sehingga bisa menulis hasil bacaan ini. perkenalkan nama saya maya sari nim 11901278 kelas PAI 4 F disini saya menuliskan dari hasil bacaan saya tentang “Strategi Pembelajaran”



STRATEGI PEMBELAJARAN

1.      Pengertian Strategi Pembelajaran

Dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar.

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan.

Dalam kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk mencapai suatu tujuan. (Pius A Partaaanto dan M. Dahlan Al Barry, 2001: 727) Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan. (Syaiful Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5) Dihubungkan dengan proses pembelajaran, strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.

 

Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.

 

Strategi pembelajaran adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat menikmati dengan rasa nyaman, tidak tertekan, tidak membosankan hasil dari penataan lingkungan fisik, suasana interaksi dan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Pembelajaran menyenangkan merupakan cara berpikir dan bertindak guru dengan mengorkestrasi berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan belajar secara optimal. Pembelajaran yang menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas dan menggunakan media pembelajaran, alat bantu dan atau sumber belajar yang tepat. Pembelajaran yang menyenangkan dapat juga tercipta karena proses pembelajaran disesuaikan dengan kharakteritsik belajar murid, sehingga pembelajaran berlangsung sesuai keinginan dan kebutuhannya

 

Strategi pembelajaran juga dapat dinyatakan sebagai titik pandang dan arah berbuat yang diambil dalam rangka memilih metode pembelajaran yang tepat yang selanjutnya mengarah pada yang lebih khusus yaitu rencana, taktik dan kiat dalam pembelajaran. Pendapat lain juga menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Oleh karena itu, strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Sedangkan Clark dikutip dari Abizar (1995:5) tidak terlalu menekankan perbedaan antara metode dan strategi. Artinya antara metode dan strategi dapat diartikan sama saja, karena itu dalam banyak tulisannya Clark menggunakan istilah metode untuk meyatakan strategi. Abizar (1995:62) menyatakan bahwa strategi pembelajaran diartikan sebagai pandangan yang bersifat umum serta arah umum dari tindakan untuk menentukan metode yang akan dipakai dengan tujuan utama agar pemerolehan pengetahuan oleh siswa lebih optimal.

 

Rumusan lebih jelas, Depdiknas (2003:32) merumuskan strategi pembelajaran sebagai cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar agar pembelajaran menjadi efektif. Artinya rumusan yang dibuat Depdiknas lebih spesifik dengan tujuan yang jelas yaitu meningkatkan efektifitas pembelajaran. Rumusan Depdiknas tersebut diperkuat dengan pernyataan selanjutnya bahwa dalam mengembangkan strategi pembelajaran, guru perlu mempertimbangkan beberapa hal yang memungkinkan terciptanya pembelajaran efektif dan berhasil baik.

 

Strategi pembelajaran merupakan strategi pengorganisasian, penyampaian, penilian dan pengelolaan berbagai sumber belajar yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran secara efektif dan efisien. Pengorganisasian, penyampaian, penilaian dan pengelolaan pembelajaran diarahkan pada berbagai komponen yang disebut sistem pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran tersebut adalah pesan, orang, material, peralatan, teknik dan seting. Oleh karena itu, strategi pembelajaran merupakan bagian terpenting dari komponen teknik dan metode dalam suatu sistem pembelajaran.

2.      Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah sebagai berikut:

a.       Menetapkan spisifikasi dari kualisifakasi perubahan prilaku, tujuan selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dalam arti mengarah kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.

b.      Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.

c.       Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran (2) Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial (5) Merancang Pengayaan.

3.      Macam-Macam Strategi.

Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:

1). Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.

2). Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus

3). Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.

  Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran 

     Strategi pembelajaran aktualisasinya berwujud serangkaian dari keseluruhan tindakan strategis guru dalam rangka mewujudkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efesien.  efektifitas dapat di ukur dari tingginya kuantitas dan kualitas hasil belajar yang dicapai anak. Sedangkan  efesiensi dalam arti penggunaan strategi yang dimaksudkan sesuai dengan waktu, fasilitas, maupun kemampuan yang tersedia.

Secara singkat, menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang: a. Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan.

b. Jadwal pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan

c. Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah di identifikasi

d. Materi/bahan belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur.

e. masukan dan karakteristik siswa yang telah diiedentifikasikan.

f. bahan pengait yang telah direncanakan.

g. Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya, dan h. Media yang akan digunakan

Keseluruhan tindakan strategis guru dalam upaya merealisasikan kegiatan pembelajaran, mencakup dimensi yang bersifat makro (umum) maupun bersifat mikro (khusus).

Secara makro, strategi pembelajaran berkait dengan tindakan strategis guru dalam: (a) memilih dan mengoperasionalkan tujuan pembelajaran (b) memilih dan menetapkan setting pembelajaran (c) pengelolaan bahan ajar (d) pengalokasian waktu (e) pengaturan bentuk aklivitas pembelajaran (f) metode teknik dan prosedur pembelajaran (g) pemanfaatan penggunaan media pembelajaran (h) penerapan prinsip-prinsip pembelajaran (i) penerapan pendekatan pola aktivitas pembelajaran (j) pengemabangan iklim pembelajaran (k) pemilihan pengembangan dan pelaksanaan evaluasi. (Supriadi Saputro, 2000: 23-24).

 

 

Sekian terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Komentar